Contact   |   Site Map   |   Previous Events   |  

Pemenang Indonesia ICT Award 2009

Daftar nama karya dan peserta pemenang INAICTA 2009. Selamat kepada para pemenang!

Download Daftar Nominator

Kisah Sukses

Sekolah Online Bersama Crayonpedia

Posted on Tuesday, August 4th, 2009 at 4:55 pm
Crayonpedia

Crayonpedia

Pendidikan di Indonesia saat ini tidak hanya sebatas pada murid yang belajar di dalam kelas oleh guru. Para siswa juga tidak lagi pasif mendengarkan materi ajaran dari guru. Apalagi dengan adanya internet yang bisa menjawab segala kebutuhan, Crayonpedia hadir untuk memudahkan cara belajar siswa. Crayonpedia (singkatan dari Create Your Open Education Content Ensiklopedia) adalah sebuah portal yang khusus berisi tentang pendidikan.

Tony Syarif dari divisi Content Management Crayonpedia menjelaskan bahwa ada empat menu yang bisa diakses di www.crayonpedia.org, yaitu Matlon (Materi Online), Aplon (Aplikasi Online), Tublon (Tugas Belajar Online) dan Bimblon (Bimbingan Belajar online).

Crayonpedia resmi online pada 20 Mei 2008 yang bertepatan dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Pendirinya adalah Hemat Dwi Nuryanto, seorang ahli teknologi yang peduli dengan bidang pendidikan. Menurut Tony, lahirnya web ini terilhami dari Wikipedia, di mana semua orang bisa mencari tahu hal apa saja sekaligus menuliskan informasi tentang apa saja.

Sebenarnya sudah ada produk yang sejenis dengan Crayonpedia, seperti Curriki. Bedanya, akses di Crayonpedia berdasarkan pada jenjang pendidikan Indonesia yaitu dari SD sampai Perguruan Tinggi. Sedangkan Curriki aksesnya langsung ke bidang pelajaran, misalnya olahraga, IPA, seni, dan sebagainya. “Selain itu, di Crayonpedia, user bisa mendownload animasi, video, voting untuk materi ajar dan chatting, termasuk meng-upload materi ajar,” ungkap Tony.

Portal ini juga ikut mendukung green education dengan menu Tublon. Ini merupakan layanan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dibuat online. Jadi, bisa mengurangi penggunaan kertas untuk mencetak LKS di sekolah-sekolah. Keunggulan penggunaan internet juga dimanfaatkan oleh Crayonpedia lewat Bimblon. Tony menuturkan bahwa dengan menu bimbingan belajar online, murid yang tinggal di daerah terpencil sekalipun, bisa bimbingan belajar pada guru dari sekolah unggulan di kota besar.

Saat ini, Crayonpedia baru dipasarkan di Bandung, karena tenaga pembuatnya memang berasal dari sana. Sosialisasi pun masih sebatas sekolah-sekolah di sekitar Bandung. Tanggapan yang antusias datang dari para guru muda karena masih ‘melek’ dengan internet. Mereka dengan senang hati membantu mengembangkan portal ini.

Tony menyatakan bahwa banyak pihak yang ikut membantu pembuatan dan pengembangan web ini, yaitu dari dosen-dosen Institut Teknologi Bandung, praktisi IT, konsultan dan wartawan.

“Termasuk dukungan dari pihak Pemerintah Kota Bandung, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Riset dan Teknologi, dan PT Telkom,” kata Tony.

Sony Budi Winarso selaku Manager Marketing Planning PT Telkom Divisi Regional III Jabar dan Banten, yang ikut memfasilitasi server untuk Crayonpedia menjelaskan bahwa dengan menggunakan Crayonpedia via internet, dunia berada dalam genggaman, tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Pendidikan yang berkualitas kini tidak hanya dimiliki oleh orang-orang kota tetapi juga oleh masyarakat di daerah terpencil sekalipun, sekaligus memperkenalkan teknologi internet pada mereka,” sebut Sony.

Keunggulan karya anak bangsa ini memperoleh pembuktian dengan berhasil menjadi Merit INAICTA 2009 untuk kategori E-Learning. Harapan Tony sendiri pada ajang INAICTA 2009 agar bisa memperkenalkan dan menyosialisasikan Crayonpedia ke pada masyarakat, sekaligus meminta masukan dari mereka demi pengembangan portal ini ke depan.

One Response

  1. ide kreatif yang sangat bermanfaat,salut..salut :)

    By soezack at October 20, 2009, 7:28 am -

Leave a Comment